**"Kopi Terakhir di Meja Penulis dan Pramugari"**
Aku, Jati — penulis yang tinggal di kafe lebih lama dari rumah.
Dia, Naya — pramugari yang mampir hanya saat transit, tapi selalu duduk di meja yang sama.
Kami tak pernah janjian, tapi waktu seolah mempertemukan kami.
Duduk, ngobrol, tertawa… hanya sebentar, tapi cukup untuk membuat jantung berdebar.
Setiap dia pergi, aku menulis. Tentang matanya. Tentang kisah-kisah yang belum sempat kami jalani.
Dan setiap dia datang, aku simpan tulisan itu—menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya.
Tapi waktu, ternyata punya rencana sendiri.
Hari itu dia tak datang. Dan hari-hari berikutnya… meja itu tetap kosong.
Kabar yang kuterima hanya satu:
**"Penerbangan terakhir. Buruk cuaca. Tidak ada yang selamat."**
Di mejaku, tersisa secangkir kopi yang tak pernah disentuh.
Dan sepucuk surat… yang tak pernah sempat kuberikan.

%20-%20Copy.png)

.webp)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar