"Simfoni Terakhir Sang Pianis dan Polisi"
Namaku Aruna. Aku bermain piano di kafe kecil setiap malam Jumat.
Dia, Bayu, polisi lalu lintas yang selalu mampir setelah dinas malam. Duduk di bangku pojok, memesan teh manis, dan mendengarkanku bermain.
Kata Bayu, denting pianoku membuat dunia yang kacau terasa lebih tenang.
Kami tak pernah menyatakan cinta… tapi mata kami bicara tiap Jumat malam.
Suatu malam, aku menyiapkan lagu khusus. Lagu yang kutulis sendiri—judulnya, “Bayu.”
Tapi bangku pojok itu kosong.
Keesokan harinya, aku dengar kabar:
Ada tembakan saat razia narkoba. Polisi gugur. Namanya… Bayu.
Aku tetap main setiap Jumat. Tapi tak ada lagi yang duduk di pojok.
Dan lagu itu?
Tak pernah kupentaskan. Karena simfoni terakhir kami… berakhir tanpa tepuk tangan.

%20-%20Copy.png)

.webp)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar